12 Destinasi Tempat Wisata Gunung Di Indonesia


Bagi pencinta wisata gunung, Indonesia adalah "surga". Ada begitu banyak gunung yang menarik untuk dikunjungi. Untuk tahun 2016, berikut 12 gunung yang dapat didaki versi ariinfowisata.blogspot.com setiap bulannya. 

1. Gunung Papandayan

Hutan mati yang dipenuhi kabut, Gunung Papandayan, Jawa Barat
Februari di Gunung Papandayan

Gunung Papandayan terletak tak jauh dari Jakarta yakni Kabupaten Garut. Gunung ini menawarkan medan yang tidak begitu berat. 

Dengan waktu tempuh pendakian sekitar 3-4 jam, Gunung Papandayan bisa menjadi pilihan mendaki di saat bulan Februari. Jalur yang dilewati para pendaki juga tergolong landai dan terdapat jalur pendakian yang aman bahkan untuk pemula. Hal ini akan memudahkan pelancong dalam melakukan pendakian. 

Beberapa kawah akan terlihat dari jalur pendakian. Kawah-kawah tersebut antara lain Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk yang mengeluarkan uap dari sisi dalamnya. Titik yang jangan terlewatkan untuk diabadikan adalah Hutan Mati.

2. Gunung Sindoro

Situs Liyangan di kaki Gunung Sindoro, Desa Purbosari, Ngadirejo, Temanggung, Jateng, Sabtu (22/11/2014). Dalam ekskavasi lanjutan yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta ditemukan reruntuhan rumah hunian yang diperkirakan berasal dari abad ke-6.

Gunung Sindoro di Jawa Tengah dapat mengawali perjalanan wisata gunung pada tahun 2016. Bulan Januari biasanya masuk musim hujan dan Gunung Sindoro bisa menjadi pilihan gunung untuk didaki karena hanya memakan waktu sekitar tujuh jam perjalanan. 

Jalur pendakian Gunung Sindoro cenderung tak banyak berpindah punggung gunung sehingga jarak tempuh relatif dekat. Jadi naik ke puncak saat pagi dan kembali saat menjelang sore. Umumnya hujan turun di sore hari. 

Gunung Sindaro dapat didaki melalui dua jalur pendakian yakni jalur Kledung (Kabupaten Temanggung) dan Tambi (Kabupaten Wonosobo). Jalur pendakian Kledung berada di pinggir jalan Desa Kledung di sebelah Restoran Dieng Pass.

Di puncak Gunung Sindoro, pendaki dapat melihat pemandangan kota Wonosobo dan juga Gunung Sumbing. Jalur pendakian yang terjal dan berbukit-bukit akan menantang stamina. Gunung ini cocok didaki oleh pendaki pemula dan juga yang telah berpengalaman.

Gunung Sindoro di Jawa Tengah dapat mengawali perjalanan wisata gunung pada tahun 2016. Bulan Januari biasanya masuk musim hujan dan Gunung Sindoro bisa menjadi pilihan gunung untuk didaki karena hanya memakan waktu sekitar tujuh jam perjalanan.

3. Gunung Merbabu

Jalur pendakian menuju Puncak Merbabu dilihat dari Puncak Syarif, 3.119 mdpl. Jalur terlihat seperti beberapa punuk unta yang bergabung. Maret di Gunung Merbabu

Gunung Merbabu di Jawa Tengah ini memiliki empat jalur pendakian yakni Thekelan (Kabupaten Semarang), Cunthel (Kabupaten Semarang), Wekas (Kabupaten Magelang), dan Selo (Kabupaten Boyolali). 

Jika senang mendaki gunung, beberapa puncak dapat dicapai seperti Puncak Triangulasi, Puncak Kenteng Songo, dan Puncak Syarif. Pada perjalanan lewat jalur pendakian Selo, Gunung Merapi dapat terlihat. 

Bulan Maret yang biasanya peralihan musim hujan menuju kemarau, bisa jadi pilihan mendaki Gunung Merbabu. Hal ini untuk mengantisipasi kekurangan air ketika pendakian. Pada rute-rute tertentu seperti Selo tak tersedia mata air yang mengalir ketika musim kemarau.

Selain mendaki Gunung Merbabu, di kawasan tersebut ada desa wisata yang dapat dikunjungi seperti Desa Samiran, Selo. Di Desa Samiran, pengunjung dapat melihat pembuatan keju, memerah susu sapi, dan berjalan-jalan di kebun sayur. Selain itu, juga dapat mencoba melintas di Jembatan Gantung Salaran.

Air terjun Umbul Songo di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, masih di sekitar Gunung Merbabu juga dapat menjadi daerah tujuan wisata. Desa Kopeng juga merupakan desa wisata yang "wajib" dikunjungi.

Gunung Merbabu dapat ditempuh dengan dalam waktu 8-10 jam. Gunung ini cocok didaki oleh pendaki pendaki pemula dan juga berpengalaman karena jalur yang ditempuh telah ada penanda.

4. Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat

Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat bisa menjadi pilihan di bulan yang mulai memasuki musim kemarau, karena cocok untuk pendakian pemula. Biasanya di bulan April, gunung ini sudah buka kembali untuk pendakian. 

Aktivitas yang dapat dilakukan di kawasan Gunung Gede Pangrango misalnya mendaki gunung serta berkemah di Perkemahan Situ Gunung dan Bumi Perkemahan Mandalawangi.

Jangan lewatkan kesempatan mengunjungi air terjun-terjun seperti Cibereum, Ciismun, Sawer, dan Cimanaracun. Pendakian gunung bisa dilakukan di Gunung Gede Pangrango melalui tiga jalur pendakian yakni Gunung Putri (Cianjur), Cibodas, dan Salabintana (Sukabumi). 

Jika melewati jalur pendakian Cibodas, tempat-tempat menarik yang dapat disinggahi adalah Telaga Biru, Kandang Badak, Air Panas, dan juga Suryakencana di wilayah Gunung Gede. Lama pendakian melalui jalur pendakian Gunung Putri berkisar 4-6 jam, Cibodas dan Salabintana sekitar 10-12 jam.

Sementara di persimpangan Kandang Badak, terdapat dua jalur yang mengarah ke Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Dari puncak Gunung Pangrango, akan tampak kawah Gunung Gede dan dari Lembah Mandalawangi, Gunung Salak dapat terlihat.

5. Gunung Sameru

Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur

Gunung dengan predikat tertinggi di Pulau Jawa ini bisa masuk ke dalam daftar rencana pendakian. Bulan Mei menjadi pilihan untuk mendaki Gunung Semeru yang berlokasi di Jawa Timur ini, karena bunga-bunga di Oro-Oro Ombo sudah bermekaran dan berwarna ungu. 

Bunga Verbena brasiliensis ini sekilas seperti bunga lavender. Hamparan bunga berwarna ungu yang tampil cantik tersebut dapat membuat dokumentasi foto dan video lebih menarik. 

Di Gunung Semeru, hal-hal yang bisa dilakukan adalah berkemah dan tentunya mendaki gunung. Panorama alam yang ditawarkan seperti hamparan bunga di Oro-Oro Ombo, Ranu Kumbolo, dan juga bukit-bukit menguning.

Pendakian Gunung Semeru bisa dimulai di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Jarak Ranu Pani-Ranu Kumbolo sekitar 10,5 kilometer. Di jalur ini kondisi medan relatif landai, tetapi sedikit naik turun.

Lokasi tempat syuting film "5 CM" ini lebih baik hanya didaki sampai Kalimati. Dari dasar perut Gunung Semeru masih aktif mengeluarkan abu vulkanik setiap 15-30 menit.

Gunung Semeru bisa didaki hingga Pos Kalimati selama 8-10 jam. Untuk jalur pendakian sudah tersedia penanda tempat sehingga gunung ini dapat didaki oleh pemula dan berpengalaman.

6. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci, dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi

Selanjutnya, Gunung Kerinci di wilayah Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Gunung tertinggi di Sumatera ini menawarkan sensasi pendakian di tengah hutan tropis.

Ketika musim kemarau seperti di bulan Juni, langit cenderung bersih dari awan-awan hitam. Bulan Juni ini cocok untuk mendaki Gunung Kerinci karena jalur yang akan didaki jadinya tak akan terlalu licin dan gembur. 

Keadaan tersebut akan memudahkan pendakian gunung tertinggi di Sumatera ini. Pendakian dapat dimulai dari Desa Kersik Tuo, Kayu Aro di sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari puncak Gunung Kerinci, dapat terlihat Danau Gunung Tujuh dan juga hamparan pegunungan Bukit Barisan Selatan.

Selain pendakian, pelancong dapat menikmati bersantai di area Perkebunan Teh Kayoe Aro yang telah dirintis sejak tahun 1925 oleh perusahaan Belanda dan merupakan salah satu perkebunan teh terluas di dunia. Tempat lain yang dapat dikunjungi adalah Danau Gunung Tujuh. Danau ini merupakan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara.

Titik awal pendakian berada di Desa Pelompek, sekitar 15 menit menggunakan sepeda motor dari homestay. Danau Gunung Tujuh sendiri dikelilingi oleh gunung-gunung yakni Hulu Tebo, Hulu Sangir, Madura Besi, Lumut, Selasih, Jar Panggang, dan Gunung Tujuh.

Lama pendakian Gunung Kerinci berkisar 12-14 jam. Gunung ini cocok didaki oleh pendaki yang berpengalaman karena mengingat jalur yang cukup panjang dan terjal. Selama pendakian, pendaki akan menemukan jalur yang didominasi dengan akar pohon, medan yang berpasir dan berbatu.

7. Gunung Ijen

Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Fenomena alam api berwarna biru bisa dilihat di salah satu gunung di Indonesia yakni Gunung Ijen. Gunung Ijen masih tergolong gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. 

Agar tak kehilangan momen-momen memotret fenomena langka api biru atau blue fire tersebut, cobalah datang pada bulan Juli. Perjalanan menuju Kawah Ijen juga akan terasa nyaman jika dilakukan pada bulan Juli.

Api biru hanya akan terlihat pada dini hari sekitar pukul 01.00 sampai 02.00. Jika tak ingin kehilangan momen api biru, cobalah untuk mendaki lebih awal. 

Momen ini hanya ada satu-satunya di Indonesia. Titik awal pendakiannya berada di pintu pos Perlindungan Hutan dan Pelestarian Cagar Alam di Paltuding.

Titik awal pendakiannya berada di pintu pos Perlindungan Hutan dan Pelestarian Cagar Alam di Paltuding. Lama pendakian Gunung Ijen berkisar 2-3 jam. Gunung ini cocok untuk didaki oleh pemula. 

Selama perjalanan, pendaki akan disuguhkan dengan jalan tanah, berbatu, dan menurun terjal ketika menuruni kaldera. Tempat terbaik yang ditawarkan di Gunung Ijen adalah ketika berada di bibir kaldera yakni untuk melihat api biru dan aktivitas para penambang pada malam hari.

8. Gunung Rinjani

Gunung Rinjani, Lombok

Masuk bulan Agustus, cobalah untuk mendaki Gunung Rinjani. Terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Gunung Rinjani dapat didaki melalui dua jalur pendakian yakni Sembalun (Kabupaten Lombok Timur) dan Senaru (Kabupaten Lombok Utara). 

Pada bulan Agustus, bentang alam yakni perbukitan di kawasan ini akan menguning. Jalur pendakian Gunung Rinjani yang relatif terbuka akan lebih aman didaki pada musim kemarau. 

Sementara, segenap panorama yang dapat dilihat saat tiba di puncak akan lebih terlihat di musim ini. Satu hal yang perlu dicoba ketika mendaki Gunung Rinjani adalah menginap di pinggir Segara Anak. Ketenangan danau akan "menemani" pendaki. 

Salah satu tempat dengan pemandangan yang menarik di Gunung Rinjani adalah Segara Anak. Di sana pendaki akan melihat danau dan anak Gunung Rinjani yakni Barujari. Selain Segara Anak, di Puncak Gunung Rinjani dapat melihat pemandangan Nusa Tenggara Barat dan juga laut.

Gunung Rinjani cocok untuk didaki oleh pendaki pemula dan berpengalaman karena di kaki gunung terdapat jasa porter. Lama pendakian berkisar sekitar 18-22 jam. Jalur yang akan dilewati pendaki seperti padang savana, pasir berbatu, dan pada beberapa bagian akan terjal.

9. Gunung Bawakaraeng

Gunung Bawakaraeng 

Saatnya beralih ke kawasan timur Indonesia. Cobalah mendaki Gunung Bawakaraeng. Gunung ini terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Titik awal pendakian berada di Dusun Lembanna yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Makassar.

Pada bulan September, bertepatan dengan Idul Adha, masyarakat di Sulawesi Selatan memiliki tradisi yaitu mendaki gunung Gunung Bawakaerang. Sambil mendaki dan tiba di puncak, pendaki bisa ikut atau menyaksikan warga setempat melakukan shalat Idul Adha.

Selama perjalanan pendakian, lumut-lumut menghijau akan terlihat. Pemandangan sungai-sungai yang berkelok-kelok membelah tanah Sulawesi dapat terlihat di tengah perjalanan menjelang puncak.

Medan pendakian yang akan dilalui seperti hutan pinus, area persawahan, area datar, dan juga berbatu terjal. Lama pendakian Gunung Bawakaraeng berkisar 10-12 jam. Gunung Bawakaraeng cocok didaki oleh pendaki pemula dan juga berpengalaman

10. Gunung Carstenz

Puncak Gunung Carstenz Pyramid, Papua

Tak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri seperti ke Nepal untuk mendaki Gunung Everest demi mendaki gunung bersalju. Pilihan tersebut ada di Indonesia yaitu Gunung Carstenz di Papua. Gunung ini masuk dalam daftar Seven Summit dunia.

Sebenarnya, waktu terbaik untuk mendaki gunung ini adalah di musim kemarau. Namun cuaca di kawasan ini pun tak tentu. Bulan Oktober masih dipandang aman karena merupakan masa peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Sensasi pendakian gunung es ala luar negeri juga dapat dirasakan di Carstenz. Namun, siapkan merogoh kocek yang dalam untuk mendaki gunung ini. Biayanya mencapai 11 ribu dolar AS.

Gunung ini juga disebut sebagai Puncak Jaya memiliki merupakan satu-satunya puncak gunung yang diselimuti salju abadi di Indonesia. Puncak Carstenz berada di Pegunungan Jayawijaya. Pengunungan ini berada di Provinsi Papua, tepatnya meliputi Kabupaten Puncak Jawa, Intan Jaya, dan Mimika.

Selama mendaki, jalur yang akan ditemui yakni berbatu, menyeberang tebing, terbuka, dan juga padang rumput. Pendakian Gunung Carsztenz hanya cocok didaki oleh pendaki berpengalaman. Lama pendakian berkisar sekitar 9-10 hari.

11. Gunung Prau

Puncak Gunung Prau, di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 

Gunung Prau terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Prau dapat didaki melalui tiga jalur yaitu Kenjuran, Patak Banteng, dan Dieng.

Mulai memasuki musim hujan, Gunung Prau dapat menjadi pilihan bulan November karena dianggap tidak memerlukan pendakian yang lama. Pendakian hanya memakan waktu sekitar 3-4 jam.

Kondisi jalur pendakian akan berdebu karena tanah yang kering dan juga terjal. Setelah tiba di pelataran puncak, jalur akan landai. Tempat terbaik untuk menikmati Gunung Prau adalah di padang rumput dan di pelataran dengan latar Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu.

Pendaki dapat berkemah di area kemah yang luas. Di sini, pendaki dapat melihat Gunung Sindoro dan Sumbing. Pada pagi hari, coba untuk melihat matahari yang terbit dengan warna jingga yang memburat.

Di sekitar Gunung Prau, terdapat beberapa obyek wisata yang juga menawarkan pengalaman mendaki di tengah hawa dingin. Tempat-tempat tersebut seperti Bukit Sikunir, Telaga Dringo, dan Telaga Warna.

12. Gunung Dempo

Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumatera Selatan

Gunung Dempo terletak di Pagar Alam, Sumatera Selatan dan memiliki dua puncak yaitu Puncak Dempo dan Puncak Merapi Dempo.

Pada bulan Desember, Gunung Dempo bisa menjadi pilihan mendaki karena persediaan air dapat tercukupi. Sumber air di pos Telaga Putri akan kering pada musim kemarau.

Namun sebelumnya, bersiaplah untuk mendaki jalur yang terus menanjak. Pendakian dapat dimulai dari titik pendakian Desa Kampung IV dan Tugu Rimau. Di gunung ini, pendaki dapat melihat perkebunan teh yang menghampar luas.

Gunung Dempo dapat didaki oleh pendaki pemula maupun berpengalaman. Lama pendakian Gunung Dempo berkisar 8-10 jam.
12 Destinasi Tempat Wisata Gunung Di Indonesia